Ayah .... Bolehkah Aku Jadi Banser...???!


Jadi banser itu nggak kayak orang biasa nak. Jangan dulu mimpi jadi Banser, kalo kamu masih takut disakiti... Jangan mau jadi banser, kalo masih takut difitnah.... Jangan ingin jadi banser, kalo masih takut kehilangan waktu bersama keluarga yang kamu cinta.

Jadi banser itu kadang gak boleh sakit, supaya bisa tetap ada untuk sesama.... Banser itu harus tahan ngantuk, agar orang lain bisa tidur lebih nyenyak... Jadi banser itu harus mau makan seadanya karena Banser nggak ada bayarannya.... Dan Banser itu harus siap menyambung nyawa bela agama, bangsa dan negerinya.

Dalam darah Banser itu mengalir jiwa ksatria sejak perang kemerdekaan hingga revolusi 65.
Walaupun setelah merdeka saat orde baru mereka digencet segencet-gencetnya, mereka tak pernah menyerah.
Tak ada lelah dan keluh kesah...
Sekali melangkah pantang menyerah..

Lalu Mengapa Ayah Jadi Banser...?

Karena Ayah berharap, amal ibadah ayah yang sedikit dan jauh dari sempurna ini, Bisa ditambal dengan khidmat kepada ulama, agama dan bangsa.

Jangan lupa nak, Indonesia adalah warisan perjuangan para Ulama yang harus dijaga... Hubbul Wathon Minal Iman. Dan itu harus dibuktikan.

Kapan Ayah Pensiun Jadi Banser....?

Banser itu panggilan jiwa Nak...
Sekalipun ayah nanti berhenti memakai seragam Banser,  bila Agama dan negara memanggil, ayah akan kembali ke tengah-tengah mereka. 

Memang Gaji Banser Berapa Sih Yah...?!

Gaji ayah adalah melihatmu tetap sehat dan tersenyum karena Ayah hanya punya sedikit waktu menemanimu... Gaji Ayah adalah melihat orang yang ayah tolong tersenyum... Gaji ayah adalah melihat para Ulama tersenyum dan berdoa Semoga Allah Ridho dan Rasulullah SAW menyafa'ati kita semua. Tidak ada yang lebih berharga dari itu.

Kalau Ayah Tetus Menolong Orang Lain, Lalu Siapa Yang Menolong Ayah....?!

Allah SWT Nak...  Kanjeng Nabi Muhammad SAW... Do'a para Ulama... Do'a kamu dan orang yang ayah tolong, adalah obat dan penguat kesehatan Ayah.

Dikutip dari Facebook Tali Jagad
Previous article
Next article

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel